Telkom Akan Menjadikan Bukittinggi Smart City
Share0
Telkom Akan Memodernisasikan Serta Menjadikan Bukittinggi Smart City Dengan 100% Jaringan Fiber Optik
PT Telekomunikasi Indonesia atau Telkom akan melakukan modernisasi telekomunikasi pada kota Bukittinggi yang akan menjadikan kawasan tersebut sebagai Smart City. Nantinya kawasan tersebut akan disediakan jaringan 100% menggunakan fiber optik.
Dengan modernisasi tersebut, Bukittinggi akan menyandang
predikat sebagai Telkom Modern Broadband City serta menjadi Smart City.
Hal ini dilakukan Telkom sebagai peningkatan kualitas pelayanan pada segi Information and Communication Technology. Selain itu juga untuk mempercepat terbentuknya digitalisasi di Indonesia pada daerah Bukittinggi.
Penciptaan Smart City Dapat Memungkinkan Kemajuan Ekonomi Digital Sejalan Dengan Cita Cita Pemerintah
Direktur Network serta IT Solution PT Telkom, Zulhelfi
Abidin telah menerangkan layanan ICT berbasis optik akan menghadirkan performa
lebih baik.
Zulhelfi pada 20 Oktober menjelaskan Bukittinggi akan masuk
ke tahapan IOT seperti adanya home security, transport system, dan office
security. Tidak lupa juga adanya sistem pemerintahan yang dapat mendukung
penerapan atas Smart City.
Dengan adanya infrastruktur ICT yang berbasis fiber optik
ini, Zulhelfi mengharapkan program Smart City di Bukittinggi dapat terwujud.
Dengan penciptaan Smart City ini akan memungkinkan adanya kemajuan ekonomi
digital sesuai cita cita pemerintah.
Zulhelfi juga menerangkan jika ini adalah upaya untuk memajukan ekonomi digital Indonesia yang sejalan dengan cita cita pemerintah.
Zulhelfi Melakukan Pemotongan Kabel Tembaga Sebagai Simbol Peralihan Jaringan Ke Fiber Optik
Saat ini, Telkom telah mewujudkan sekitar 191 Kota dengan
konsep Modern Broadband serta 8 Provinsi Modern. Di Bukittinggi sendiri, Telkom
akan punya 497km tulang punggung serat optik. Selain itu juga terdapat 87 BTS
Telkom, 12 ribu port Indihome serta 253 poin akses wifi.
Selain meresmikan Bukittinggi, Zulhelfi juga akan melakukan
pemotongan kabel tembaga sebagai simbol atas peralihan infrastruktur.
Pemotongan kabel di STO secara nasional merupakan langkah Telkom untuk dapat
beralih 100% ke jaringan fiber optik. Telkom berencana menontaktifkan sekitar
1234 STO yang akan menjadi Telkom Cloud pada tahun 2021.




